Kala itu kita masih
Samasama baru kenal
Berapa bulan kekasih….?
Tapi kita tak peduli itu
Cinta kita murni
Meski nafsu tak lepas
Disemilirnya angin laut,
Dengan deburan ombak
Begitulah cinta kita saat itu
Dan pualampun jadi punya mata telinga
Saksikan cinta kita
Akupun kau peluk
Kau cium bergetar bibir ini
Bergejolak bagaikan hempasan ompak pada pualam itu
Kau tak hentinya peluk aku
Akankah terus begini kekasihku…?
Cinta kita bagai air laut itu
Asin!
Entahlah…
Medio juni 1997