Rumah Bintang Laut ku











{Mei 26, 2008}   Keliaran Sebuah Pikiran

Semburat orange itu mulai muncul di ujung langit sore. Alunan lirih musik jazzy klasik dan pop Indonesia berpadu dalam ruangan 4×4 m ini. Dua kepala dengan pikiran masing-masing asyik memelototi layar laptop Acer dan Toshiba. Jika ada yang dapat menangkap serat-serta pikiran manusia, mungkin kalian akan melihat serat-serat tersebut berterbangan di langit kamar ini. Berterbangan di udara, di atas kepala kami masing-masing untuk kemudian mendarat menjadi rangkaian kata dan kalimat penuh makna berdasar pengalaman hidup anak manusia ini.

Keseriusan berpikir melingkupi kamar ini, meskipun lontaran-lontaran pertanyaan, canda bahkan cumbuan menjadi selingan kami. Yach…jika diperhatikan lagi, serat-serat pikiran itu bukan berwarna kelabu seperti yang Dumbledore pernah lakukan terhadap serat pikiran Harry Potter. Namun, serat-serat pikiran kami tersaput warna orange yang menjadi sentuhan tersendiri bagi pikiran kami. Ya…semburat orange yang merupakan suatu energi positif yang membawa cinta dan kasih dalam pikiran-pikiran yang kami rangkai menjadi kata dan kalimat. Seperti quote kasihku ”work with love, live with love, and world will be wonderful”. Hmmm, berharap bahwa energi cinta dan kasih kami juga dirasakan semua orang di bumi ini, dimana makin gersang dan kering saja tanah serta air mata sang ibu, karena tergerus keserakahan dan keegoisan system yang bernama patriarch yang semakin meminggirkan dan melupakan sang ibu.

Tiba-tiba, ada loncatan sebuah serat pikiran yang entah milik siapa, aku atau kasihku, melenggang sendiri lepas dari dua gumpalan serat-serat pikiran kami. Serat pikiran yang liar berlari dan membawa rangkaian kata serta banyak menyemburatkan orange. Membuat ia berbeda dari yang lainnya. Energi yang ditimbulkannya pun sangat besar, kami berdua tidak bisa menghindarinya, sehingga kami pun silau dengan warna orange nya. Dan akhirnya, semua aktivitas dan keseriusan dua anak manusia ini terhenti sejenak karena loncatan serat pikiran orange liar tadi. Seperti ada daya tarik yang menyebabkan kami berdua makin dekat. Tahu apa yang terjadi?

Rangkaian kata tidak lagi menjadi hiasan di layar laptop, namun sudah jauh melampaui itu. Kata-kata itu berterbangan dan merangkai kalimat indah sendiri di langit-langit kamar, memenuhi udara ini dengan nafas cinta dan warna orange. Menyesak dan menyeruak dari ruangan ini, dan membuat semburat orange sendiri di keluar kamar, mencoba mengalahkan semburat orange yang juga seharusnya sudah banyak muncul di ujung sore ini. Memang tiada seorang pun berpikir sekuat apa energi cinta dan kehidupan yang dipenuhi cinta. Saat ini, kami hanya bisa menikmati rangkaian kata dan kalimat yang tidak terucap di bibir kami, tapi berterbangan merangkai sendiri sesuka hati, di udara, di kepala kami dan kami hanya bisa menari mengikuti liuk semburat orange itu berloncatan, ditingkapi gelegar tetabuhan dari saling bertabraknya loncatan-loncatan pikiran dan semburat orange itu.

Ya…pelangi itu ada di hati dan mata kami, begitu pun matahari menghangatkan tubuh kami dan bintang pun membuat hati kami bercentil ria dengan kerlipnya…

Love can make us different, live with love, work with love, so, the world would be wonderful, dear. Thanks to your great love to me…

Dan rangkaian kata indah kembali mengular berterbangan di ruangan ini…

Penuhkanlah bejana hati ini dengan cinta mu

Biarkanlah penuh dan penuh, agar orang lain juga merasa keindahan cinta kita, kasihku

Aku tidak ingin egois dengan cinta kita ini kasihku

Karena cinta kita bukan cinta terlarang

Cinta kita adalah cinta yang tulus

Cinta kita adalah cinta yang apa adanya

Yang mencoba jujur pada semua orang

Yang mencoba menjadi cinta sendiri tanpa rekayasa

Yach…cinta kita ini adalah cinta dua manusia kasihku

Yang Tuhan pun tidak akan marah karena cinta ini bagian dari kreasinya

Bersyukurlah aku karena merasakan cinta yang sebenarnya ini.

Gedong, 21 Mei 2008 15:00



cinta aduh indahnya…
aduh cinta…berjuta rasanya…):

salam cinta
Faiza



Ari Aristides berkata:

mengapa tak ada lagi cerita tentang “orange” itu? aku ingin membacanya



estu fanani berkata:

kqkqkqkqkqk…thanks dah mampir n baca, masih stag ney ma tulisan yg lain



Tinggalkan Balasan

dan lain-lain